Just another free Blogger theme


web widgets

About

Entri

- See more at: http://www.fathurrizqi.com/2013/09/membuat-slideshow-headline-news-blog.html#sthash.jP5jh6DD.dpuf
Abhi Listyo Kusuma Aji. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Popular Tags

yang udah mampir


web widgets

Popular Posts

About

Jumat, 09 Januari 2015


       Biliar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.
          Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.
        Sebagai contoh, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali. Ini berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki lubang sebanyak 6 buah. Meski sama-sama memilki 6 buah lubang, ukuran atau luas meja antara English Billiar dan Pool pun berbeda, lebih luas meja jenis English Billiard.
Sampai saat ini, tahun 2008, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki saja. Namun saat ini banyak wanita yang mulai menggemari olahraga biliar. Adalah Bapak Putera Astaman, mantan Ketua Umum PB. POBSI, yang berhasil menaikan Citra Olahraga Biliar, di Indonesia dari Sekedar Olahraga Rekreasi menjadi Olahraga Prestasi.
       Biliar, jenis Pool telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia. Contohnya, pada World Pool Championship (kejuaraan dunia biliar jenis pool untuk nomor bola 9) tahun 2006 kemarin, pemain seperti Ricky YangM. Zulfikri berhasil masuk ke jajaran 32 besar pemain dunia. Roy Apancho berhasil masuk ke jajaran pemain 64 besar dunia. Apsi Chaniago berhasil masuk ke jajaran pemain 128 besar dunia.
Pada pesta olahraga antar bangsa SEA Games XXIV, 2007 yang lalu, terjadi kejutan peningkatan prestasi secara luar biasa pula pada cabang olahraga Biliar jenis Pool, dengan mampunya diraih Medali Emas nomor bola 8, Wanita Perorangan sekaligus Medali Perak nomor bola 9, Wanita Perorangan oleh seorang Atlet Muda Usia yakni Angeline Magdalena Ticoalu serta Medali Emas nomor bola 9, Pria Perorangan oleh Ricky Yang. 'G



PERALATAN

      Pool Cue (stik)
Cue adalah stick yang terbuat dari kayu yang digunakan untuk menyodok bola putih (cue ball)

      Cue Ball

Cue ball (bola putih/gaco) ada berbagai jenis dengan masing-masing berat yang berbeda. Pemahaman para master terhadap cue ball tidak sampai disitu saja. Misalnya, master beranggapan bahwa semakin sering cue ball dimainkan maka cue ball akan kian kotor. Efeknya, jalannya cue ball akan makin sulit dikendalikan.
Selain itu, dari kacamata master, cue ball dapat dilihat dalam 25 titik berdasarkan arah cue dan elevasi cue terhadap meja dimana sodokan pada titik yang spesifik tersebut akan menghasilkan jalannya cue ball yang spesifik pula. 24 titik tersebut diasosiasikan dalam arah jarum jam pendek dan jarum jam panjang dan 1 titik lagi merupakan titik sentral.

      Meja Pool



Meja yang berfungsi sebagai medan permainan memiliki karakteristik yang spesifik dan sangat bergantung pada jenis material, teknik pemasangan dan kelembaban udara dalam ruangan permainan. Bidang meja pool adalah 2 buah bujur sangkar yang digabungkan menjadi persegi panjang dengan luas 50 inchi x 100 inchi. Di pinggiran meja tersebut ada
beberapa titik yang disebut diamond. Fungsinya sebagai alat bantu mengukur jalannya bola berdasarkan sudut-sudut yang akan dihasilkan setelah bola menyentuh rail atau bantalan. Adapun dengan menghubungkan titik-titik tersebut, akan didapatkan 32 bidang permainan. So, pemahaman yang mantap akan memantapkan permainan kita.


Chalk




perlengkapan yang dipakai untuk melapisi bagian atas (tip) dari cue untuk menjaga sodokan agar tidak terpeleset (missed cue).


ISTILAH DALAM BILLIARD


BACK SPIN,



arah putaran bola yang berbalik. Terjadi karena sodokan yang mengenai daerah di bawah tengah-tengah bola putih (cue ball). Putaran balik inilah yang akan membuat cue ball kembali ke area semula pasca tumbukan dengan bola sasaran.



BALL IN HAND,



ketika seorang pemain melakukan kesalahan (foul), maka pemain lawan berhak menempatkan cue ball di tempat yang diinginkan untuk membidik bola berikutnya.



BREAK SHOT,



sodokan pembukaan pada setiap game.



BRIDGE,



jembatan penghubung antara stik (cue) dengan cue ball.




DRAW SHOT,



teknik sodokan yang dapat menghasilkan back spin.



ENGLISH SHOT,



teknik untuk menghasilkan spin samping dengan cara memukul bagian kiri atau kanan dari cue ball, di Indonesia lebih sering digunakan istilah efek.



FOLLOW THROUGH SHOT,



teknik sodokan dengan menggunakan ayunan dorong pada titik atas dari cue ball. Sodokan ini akan menghasilkan putaran atas atau forward spin, yang setelah mengenai bola sasaran cue ball akan terus bergulir maju.



GRIP,



genggaman tangan saat menyodok.




MISSED CUE,



situasi cue terpeleset pada saat melakukan sodokan terhadap cue ball. Biasanya pada saat terjadi missed cue, suaranya terdengar nyaring seperti bunyi ranting pohon yang dipatahkan (’ctak!’). Karena terpeleset, maka bola sasarannya akan meleset juga atau tidak sesuai yang kita inginkan. Missed cue sering terjadi karena ayunan yang kurang sempurna atau karena olesan chalk-nya kurang.



OBJECT BALL,



bola yang akan disasar oleh cue ball untuk dimasukkan ke dalam kantung (pocket).



POCKET,



kantung pada meja billiar yang berjumlah enam dengan ukuran kurang lebih dua kali diameter bola.



SAFETY SHOT,



sodokan bertahan yang bertujuan agar pemain lawan tidak memiliki kesempatan posisi bola yang terbuka. Atau dengan kata lain, ngumpetin bola (biasanya cue ball) di balik bola yang bukan sasarannya.



SCRATCH,



situasi pada saat cue ball masuk ke dalam pocket atau keluar dari meja. Scratch merupakan foul, dan pemain lawan akan mendapatkan kesempatan ball in hand.


Peraturan Billiard

PERATURAN UMUM
  1. Setiap pertandingan menggunakan sistem best of three. Untuk semifinal dan final menggunakan sistem best of five.
  2. Menggunakan sistem break bergantian tiap pemain, untuk penentuan break pertama akan ditentukan lewat pengundian.
  3. Ketika akan menembak, minimal satu kaki dari pemain harus tetap menyentuh lantai. Apabila tidak, dianggap foul.
  4. Pada saat melakukan break, minimal harus ada 4 bola yang menyentuh ban (cushion), jika tidak, maka foul.
  5. Setiap pemain tidak diperkenankan melakukan intimidasi terhadap pemain lawan.
  6. Dilarang merokok saat permainan berlangsung.
  7. Pemain yang tidak sedang dalam giliran memukul diharuskan duduk di tempat yang disediakan agar tidak mengganggu pemain yang sedang mendapat giliran memukul.
  8. Jika pemain terlambat datang dengan toleransi keterlambatan 10 menit, maka pemain tersebut dinyatakan WO (walk over).
  9. Jump shot diperbolehkan sesuai teknik yang benar (tidak boleh mencungkil dari bawah).

PERATURAN 9-BALL
  1. Bola yang digunakan bola yang digunakan adalah bola billiard yang bernomor 1 s.d 9 ditambah bola berwarna putih yang digunakan sebagai cue ball.
  2. Susunan bola pada saat break bola bernomor 1 s.d 9 disusun berbentuk wajik (diamond). Posisi bola bernomor 1 di bagian atas wajik, sedangkan bola bernomor 9 diletakkan di tengah-tengah susunan bola. Dan bola lainnya ditempatkan secara acak.
  3. Tujuan permainan pemain diharuskan untuk memasukkan bola secara berturut-turut dari angka 1 s.d 9.
  4. Memasukkan bola dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memukul bola bernomor paling kecil yang ada di atas meja, atau dengan mengkombinasikan bola sasaran dengan bola lain yang sekiranya dapat masuk ke dalam kantung meja.
  5. Pelanggaran pemain dinyatakan melakukan pelanggaran apabila:
    1. Bola yang dipukul bukan merupakan bola paling kecil yang ada di meja.
    2. Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permainan.
    3. Bola putih masuk ke dalam lubang.
    4. Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
    5. Bola putih tidak menyentuh bola sasaran saat dipukul.
    6. Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion).
    7. Menaruh/meninggalkan stik di atas meja .
    8. Bila cue stick menyentuh cue ball lebih dari sekali dalam satu kesempatan memukul.
    9. Memukul bola ketika bola lain masih ada yang bergerak.
6.      Ketentuan setelah pelanggaran
  1. Pemain berikutnya memiliki kesempatan untuk meletakkan bola putih dimana saja di dalam meja permainan (free ball).
  2. Apabila bola bernomor keluar dari meja, maupun masuk kedalam lubang karena pelanggaran, maka bola tersebut tidak dikembalikan ke atas meja pada foot spot.
  3. Bola bernomor 9 dikembalikan ke atas meja pada titik foot spot apabila keluar dari meja, maupun masuk ke dalam lubang karena pelanggaran. Apabila ada bola lain yang berada pada titik foot spot, maka bola bernomor 9 ditempatkan pada Long String terdekat denganfoot spot.
7.      Push Out dapat dilakukan pemain setelah break (pemain yang melakukan break jika ada bola yang masuk maupun pemain lainnya jika tidak ada bola yang masuk saat break) dan bola putih terhalang oleh bola lain sehingga bola sasaran tidak terlihat (tidak bisa dipukul secara biasa), maka dapat melakukan Push Out.
8.      Ketentuan Push Out
  1. Push Out hanya dilakukan 1 kali dalam permainan, yaitu setelah lawan melakukan Break.
  2. Sebelum melakukan Push Out, pemain harus memberitahukannya kepada lawan maupun wasit. Apabila pemain tidak memberitahukan kepada lawan maupun wasit, maka pukulan yang dilakukan dianggap pelanggaran.
  3. Dalam melakukan Push Out, pemain bebas memukul bola putih kearah mana saja, dan tidak dianggap foul.
  4. Setelah Push Out dilakukan, pemain lawan dapat memilih untuk menerima dan melakukan pukulan atau menyerahkan kembali ke pada pemain yang melakukan push out untuk memukul selanjutnya.
9.      Pelanggaran 3x berturut-turut jika seseorang pemain melakukan pelanggaran 3x berturut-turut dalam satu game, maka dinyatakan kalah pada game tersebut. Wasit harus memberikan peringatan kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran 2x berturut (jika lupa maka lawan berhak mengingatkan wasit).
10.   Pemenang Pemain dinyatakan menang, apabila:
  1. Memasukkan bola bernomor 9 ke dalam lubang meja secara sah.
  2. Pemain lawan melakukan pelanggaran 3 kali berturut-turut.
11.   Setelah cue ball menyentuh object ball, salah satu bola harus ada yang menyentuh cushion.

PERATURAN 8-BALL
   
1.      Bola billiard dibagi 2 yaitu bola solid (1-7) dan bola stripes (9-15). Bola 8 adalah bola yang terakhir dimasukkan.
2.      Setelah break dilakukan oleh salah satu pemain, jika ada bola yang masuk maka tim yang melakukan break boleh menembak bola lagi. Jika tidak, maka tim lawan yang menembak. Bola yang masuk saat break tidak dihitung (pemain harus memilih bola mana yang akan dimasukkan).
3.      Pemain yang menembak setelah break, bisa memilih bola solid/stripes, dengan cara memasukkan bola solid/stripes. Misalnya, jika dia memasukkan bola 1 maka untuk selanjutnya dia harus memasukkan bola 2-7. Jika dia memasukan bola 10, maka selanjutnya dia harus memasukkan bola 9-15. Apabila bola stripe dan solid masuk bersamaan, maka pemain masih bebas memilih bola mana yang akan dimasukkan.
4.      Apabila bola-8 masuk / keluar meja  pada saat break, pemain dapat memilih antara mengulang kembali break (bola ditata ulang), atau menaruh bola 8 pada foot spot dan melanjutkan permainan.
5.      Pelanggaran (foul)
  1. Bola yang dipukul bukan merupakan bola miliknya.
  2. Memukul bola 8 padahal bolanya belum habis.
  3. Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion).
  4. Bola putih masuk lubang.
  5. Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permainan.
  6. Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
  7. Bila cue stick menyentuh cue ball lebih dari sekali dalam satu kesempatan memukul.
  8. Memukul bola ketika bola lain masih ada yang bergerak.
6.      Setelah terjadi pelanggaran, maka tim lawan berhak mendapatkan Free ball.
7.      Apabila pemain secara tidak sengaja memasukkan bola yang bukan miliknya (bola lawan), maka pada saat itu juga ganti giliran. (posisi bola putih tidak berubah).
8.      Pemain yang secara tidak sengaja memasukkan bola 8 sebelum bola-bolanya habis dianggap kalah.
9.      Setelah memasukkan seluruh bola, maka bola 8 harus dimasukkan ke salah satu dari 6 lubang yang ada. Pemain yang akan menembak bola 8, harus memilih salah satu lubang. Jika bola 8 masuk ke lubang yang salah maka pemain itu dianggap kalah.
10.   Sebuah pemain dinyatakan menang apabila :
  1. Memasukkan bola 8 pada lubang yang ditunjuknya setelah seluruh bolanya habis.
  2. Pemain lawan memasukkan bola 8 padahal bolanya belum habis.
  3. Pemain lawan memasukkan bola 8 ke lubang yang salah.
  4. Pemain lawan melakukan foul pada saat memasukkan bola 8 (contoh : ketika menembak bola 8,masuk, tapi bola putih juga masuk lubang, maka tim lawannya dinyatakan menang).
  5. Pemain lawan menembak dan mengakibatkan keluarnya bola 8 dari meja.
11.   Setelah cue ball menyentuh object ball, salah satu bola harus ada yang menyentuh cushion.
12.  Apabila pemain yang sedang memukul memasukan bola dan bola lawan juga masuk , maka pemain tersebut mendapat giliran memukul lagi.

Source : Wikipedia



Logo Baitul 'Izzah
            Sebagai jawaban atas kekhawatiran orang tua dan kebutuhan akan pendidikan yang Islami dan berkualitas, maka pada tahun 1999 Ta’mir Masjid Baitul ‘Izzah mendirikan sebuah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Baitul ‘Izzah dengan akte notaris Rudy Effendi No 7 tanggal 8 Juli 1999. Pendirian yayasan tersebut merupakan suatu kebutuhan yang mutlak perlu karena pada tahun itu pula telah berdiri Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Baitul ‘Izzah, dan salah satu syarat untuk mendirikan lembaga pendidikan pra sekolah (TK) harus ada yayasan yang menaunginya. Pendirian TKIT Baitul ‘Izzah merupakan pengembangan dari lembaga pendidikan non formal yang terlebih dulu ada yaitu Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Baitul ‘Izzah.

            Pengurus YPI Baitul ‘Izzah pada awal berdirinya mengambil dari kepengurusan Ta’mir Masjid Baitul ‘iIzzah yang berada di lingkungan kelurahan Kauman Jl. Gatot Subroto No. 1A Nganjuk. Mereka ini adalah tokoh masyarakat perintis berdirinya Masjid Baitul ‘Izzah di lingkungan kelurahan Kauman. Sehingga sejak awal berdiri, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Baitul ‘Izzah Nganjuk tidak berada pada naungan organisasi sosial manapun. Seiring dengan berkembangnya lembaga pendidikan formal dan menangkap kebutuhan masyarakat Nganjuk akan lembaga pendidikan Islam yang terpadu di wilayah Nganjuk, maka pada tahun 2001 YPI Baitul ‘Izzah bersama tokoh-tokoh yang punya kepedulian dengan dunia pendidikan Islam mendirikan SD Islam Terpadu sebagai jenjang kelanjutan TK Islam Terpadu Baitul ‘Izzah yang telah 2 tahun berdiri.

             Dengan kepengurusan yang ada dirasakan kurang memungkinkan menangani lembaga pendidikan formal tingkat dasar yang diharapkan dapat berkembang, maka YPI Baitul ‘Izzah membentuk Badan Penyantun terdiri 3 orang, yaitu dr. H. Muhammad Nurhadi, M.Kes., H. Zaini Ahmad dan Gigih S R. Badan Penyantun ini membantu YPI Baitul ‘Izzah dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana sekolah, perintis persiapan berdirinya sekolah, mengevaluasi dan menetapkan kebijakan-kebijakan umum sekolah serta mengawal terpeliharanya visi dan misi sekolah.

             Pada bulan Juni 2005 diadakan reorganisasi kepengurusan Yayasan Pendidikan dan Ta’mir Masjid Baitul ‘Izzah. Badan Penyantun membubarkan diri dan personilnya melebur pada kepengurusan Yayasan yang baru. Kepengurusan YPI Baitul ’Izzah yang cukup solid ini berhasil ini telah berhasil mengembangkan amal usahanya di bidang pendidikan, pada tahun 2008/2009 mendirikan SMP Islam Baitul ’Izzah sebagai jenjang kelanjutan SDIT Baitul ’Izzah. SMPI Baitul ’Izzah ini didirikan pada lokal baru yang terletak di jalan Wilis Kelurahan Kramat Kecamatan Nganjuk. Pada tanggal 9 Februari 2009 Pengurus YPI Baitul ‘Izzah telah mengadakan rapat / musyawarah reorganisasi pengurus dengan lebih banyak melibatkan stakeholder yang ada di lingkungan lembaga Baitul ‘Izzah seperti dari unsur pendiri masjid maupun yayasan, pengurus ta’mir masjid Baitul ‘Izzah, orang tua murid, dunia usaha, dan tidak ketinggalan dari kalangan akademisi kampus UNESA Surabaya. Adapun susunan pengurus YPI Baitul ‘Izzah saat ini adalah sebagai berikut:

PENGURUS YPI BAITUL ‘IZZAH NGANJUK TAHUN 2009 – 2014

Penasehat        :   H. Imam Fachrurrazi, SH
                            H. Thalib Ishaq
                            H. Hadiyudin
Ketua               :  dr. M. Nurhadi M.Kes
Wakil Ketua I  :  Drs. Kusriyanto
Wakil Ketua II :  Drs. Yusuf Syafi’i
Sekretaris         :  H.    Zaini Ahmad
Bendahara I      : Umi Farida, ST
Bendahara II    :  Silvi Thalib 

            Melihat sejarah berdirinya dan komposisi kepengurusan di lingkungan YPI Baitul ‘Izzah, jelaslah bahwa keberadaan lembaga ini sama sekali bukan milik perseorangan/kelompok organisasi tertentu serta tidak berafiliasi pada golongan tertentu. Keberadaan lembaga ini adalah netral, untuk seluruh umat Islam di Nganjuk dan hanya berorientasi pada kepentingan da’wah Islamiyyah guna meneruskan penyebaran risalah Rasulullah SAW lewat jalur pendidikan.

            Menyadari akan perkembangan jaman yang semakin maju dan mempersiapkan generasi Islam agar mampu menghadapi persaingan global dan mampu menyesuaikan diri di belahan dunia mana pun dan dalam budaya apa pun tanpa meninggalkan prinsip aqidah Islamiyah, menjadi motivasi pada segenap pengurus baru YPI Baitul ’Izzah untuk menemukan terobosan baru sebagai upaya meningkatkan layanan kepada publik. Maka pada tahun 2009 ini YPI Baitul ’Izzah telah menandatangani MOU dengan Unit Pengembangan Sekolah Laboratorium (UPSL) Universitas Negeri Malang. Sehingga mulai tahun ajaran baru 2009/2010 SDIT Baitul ’Izzah selain menerapkan kurikulum Standar Nasional dan kurikulum khas Baitul ’Izzah juga menerapkan kurikulum Standar Internasional dari Cambridge International Examination Inggris. Khusus kurikulum internasional ini di mulai pada jenjang kelas satu.

  TUJUAN PENDIDIKAN YPI BAITUL ‘IZZAH

1. Terwujudnya lembaga pendidikan Baitul ‘Izzah yang mampu mengintegrasikan pelajaran umum dan pendidikan agama sebagai suatu upaya mengantisipasi tuntutan sumber daya manusia yang handal di masa depan. 
2. Menyediakan sarana dan prasarana untuk melaksanakan proses pendidikan yang diharapkan dapat membina generasi Islam sejak dini agar terbentuk kader umat yang cerdas, terampil dan bertaqwa sehingga mampu menghadapi dampak negatif dari era globalisasi 
3. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang mengoptimalkan dan mengembangkan potensi fitrahnya ke arah terbentuknya siswa yang bersikap Islami, berpengetahuan tinggi, beraqidah lurus berakhlaqul karimah dan berkepribadian kuat. Sehingga mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi bangsa dan negara.

Sumber :
http://baiz-news.blogspot.com/2013/09/sekilas-tentang-yayasan-pendidikan.html